Akhirnya rukun sholat yang terakhir "Salam" terpenuhi, sambil bercanda bersama teman yang lain dengan suara yang b'bisik-bisik tetangga meskipun sekali-kali kelepasan hehehe :).
Setelah berdoa dan sholat sunnah ba'diyyah, para jamaah pun satu persatu keluar melalui pintu yang kebetulan tidak jauh dari tempat kami duduk. tak sengaja mata ini justru beralih memandang sosok2 para jama'ah sambil sedikit memperhatikan jumlahnya.
Satu, dua, tiga,....(dalam hati) !!! sambil menghitung dan mencari sosok yang berbeda (kok jama'ahnya udah pada tua, mana yang masih muda-mudanya nich ?) para jama'ahnya kelihatan kalau rambutnya udah para beruban, satu persatu pun meninggalkan masjid tersebut dan kembali ke rumah masing-masing. kami masih tetap di beranda masjid sekitar beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanan.
Sempat terpikirkan bahwa mayoritas yang menjadi tokoh utama dalam memakmurkan masjid adalah sosok yang tidak menyandang status pemuda lagi, tapi "kata orang-orang bahwa mereka yang sudah pada ingat mati tuch yang rajin ke mesjid"... ehm, emangnya para pemuda sangat sedikit ya yang ingat mati ?????? padahal jika melihat dari segi fisik seharusnya pemudalah yang berbondong-bondong untuk menghidupkan cahayanya di masjid. hati yang selalu terpaut dengan masjid sehingga menyebarkan Aroma surgawi dalam lentera kehidupan ini.
"Pautkanlah Hatimu di Masjid"
_26 Oktober 2013, waktu Isya_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik