-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Review Buku Broken Crucifix



Buku Broken Crucifix, Detik-detik hancurnya tentara Salib ini merupakan kelanjutan  dari beberapa buku yang telah dituliskan oleh Dr. Ir. Ali Muhammad Ash-Shalaby, yang mengupas tentang sejarah keagungan Nabi Muhammad Saw dan para khilafah rasyidah yang berisi berbagai fakta beserta analisis peristiwa yang merekam perjalanan kehidupan serta liku-liku perjuangannya.

Adapun buku Broken Crucifix ini, merupakan bagian dari rekaman sejarah “Imperium Saljuk serta kegemilangan kaderisasi generasi Islam untuk menghadapi tipu daya kaum Bathiniyyah dan perang salib.” Judul asli dari buku ini adalah Da’watu al-Imam al-Ghazali fi at-Tajdiid wa al-Islaah (Dakwah Imam Al-Ghazali dalam Pembaharuan dan Perbaikan). Rekaman sejarah ini sangat penting sebagai satu kesatuan terpadu dalam sejarah ummat kita yang bersentuhan langsung dengan Perang Salib. 


Hal ini, penulis telah menerangkannya dalam beberapa halaman yang mengetengahkan potret berdirinya beberapa madrasah Nizhamiah. Kemudian tujuan pengajaran yang hendak dicapai beserta peran penting Nizhamul Mulk dalam merealisasikan target-targetnya. Seperti, pemilihan kelayakan tempat, para pengajar, target metode pengajaran, pemberian subsidi, penyusuan struktur tenaga pengajar, menentukan guru serta kelas yang akan diajarnya. Selain itu, sebagai pembangunan citra positif madrasah-madrasah tersebut dalam dunia Islam.

Seiring bergulirnya waktu, madrasah-madrasah tersebut telah menelurkan ‘ulam berafiliasi sunni dan bermadzhab Syafi’i. Bahkan pemerintahan Saljuk memberikan kesempatan magang siswanya sebagai pegawai pemerintah, khususnya dalam biadang pengadilan, keuangan dan fatwa yang merupakan pekerjaan urgen dalam negara saat itu. Dengan kapasitas tersebut tidaklah mengherankan, banyak dari alumni madrasah itu tersebar ke seantero dunia Islam hingga mereka mampu mengikis cengkraman aliran Bathiniyyah di Mesir, serta menjangkau seluruh wilayah Afrika Utara dan menancapkan ajaran Sunni di sana.

Pada saat yang sama, Imam al-Ghazali merupakan seorang tokoh paling gigih memerangi pengaruh ajaran Syiah, bathiniyyah, dan Ismailiyyah. Madrasah Nizhamiah dengan segenap potensi yang dimilikinya baik dari misi risalahnya, para tokohnya beserta ulamanya telah mengembangkan dakwahnya secara imajiner dan estafet. Penegmbangan dakwah ini kemudian dilanjutkan oleh Nuruddin Zanki serta keluarga Ayyubi dengan berbagai perbaikan dengan memperbanyak bangunan madrasah Nizhamiah di beberapa daerah yang merupakan basis Bathiniyyah dan Rafidhah. Tujuannya, mengokohkan ajaran Islam yang benar, seperti daerah Syam, mesir dan lainnya.

Hal ini yang menjadi fokus dakwah madrasah nizhamiah adalah membekali ummat dengan akidah yang benar, pemikiran yang kritis, keilmuan yang mapan serta pola pendidikan yang benar hingga dapat melahirkan perwira-perwira perang di era Zanky. Bahkan pengaruh dakwahnya, baik dari segi akidah maupun pemikiran sampai pada imperium Ayyubiah, Mamalik hingga hari ini.

Dalam buku ini telah dituliskan biografi mengenai Imam al-Ghazali, salah seorang guru besar di madrasah Nizhamiah. Selain itu, juga menguraikan ketekunannya dalam menuntut ilmu, kesungguhannya belajar pada Imam al-Haramain, pengangkatannya sebagai guru di madrasah Nizhamiah baghdad, kejeniausan otak serta kemasyhurannya. Dilanjutkan pada perubahan perjalanan hidupnya dan kembalinya pada dunia pengajaran. Serta mengupas rangkaian karyanya, sikap serta pendiriannya terhadap Syiah, Bathiniyyah, filsafat, ilmu kalam dan tasawuf, pola terapi melakukan ishlah beserta karakteristiknya dan juga cara mendiagnosis penyakit yang timbul di tengah-tengah masyarakat.

Bidang gerakan ishlah yang dipelopori al-Ghazali, peletakan metode belajar mengajar terbaru, membangun pondasi akidah ummat Islam, menegakkan kembali pesan-pesan amar makruf nahi munkar. Juga sepak  terjang dia mengkritik penguasa yang dzalim, menyerukan tentang keadilan serta memerangi sekte-sekte pemikiran yang menyimpang. Di samping itu, memaparkan perang al-Ghazali dalam memperbaiki pemahaman dalam perihal nalar, sebagaimana batas peranan akal, menjauhi taklid, dakwah kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, berpegang teguh pada manhaj salaf sikap serta pendiriannya tentang Perang Salib.

Perang Salib yang biasa disebut olehpara sejarawan Muslim dengan nama al-Hamlaat ash-Shalibiyyah (Serangan Pasukan Salib) merupakan catatan kelam yang menggetirkan, sekaligus sebuah malapetaka dalam sejarah kehidupan kaum muslimin. Tidak hanya lebih 60.000 kaum muslimin dibunuh secara sadis. Tragedi perang Salib sekaligus menggambarkan kebrutalan Barat-Kristen atas dunia Islam. Selama perang Salib, pertarungan antara kaum muslimin dan kristen atau antara Timur dan Barat terlihat dengan jelas. Ironoisnya tiga aliran sesat berkolaborasi dengan tentara salib Kristen memusuhi ummat Islam demi keuntungan dunia. Di tengah puncak kegetiran ini, sekelompk ulam tergabung dalam lembaga pendidikan yang diberi nama Nizhamiah yang telah diutarakan di atas. 

Salah satu tokoh sentral yang memilki andil besar bagi perbaikan kurikulum di madrasah Nizhamiah adalah Imam al-Ghazali. Melalui sentuhan tangannya, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali berhasil menggeser peran dominan sekte-sekte menyimpang. Setelah paham sesat tergeser dan tergusur, perlahan kaum muslimin memilki pemahaman akidah yang benar, pemikiran yang kritis, keilmuan yang mapan serta pola pendidikan yang benar, hingga lahirlah perwira perang seperti Nuruddin Zanki hingga Shalahuddin al-Ayyubi, satu tokoh panglima Muslim legendaris yang disegani Barat, dalam perang Salib.

Al-Ghazali selalu menekankan pentingnya perbaikan moral kaum muslimin sebelum melakukan jihad. Sebab, menurutnya, melakukan jihad melawan Pasukan Salib akan hampa jika tidak didahului dengan jihad melawan hawa nafsu. Perjuangan melawan hawa nafsu adalah prasyarat mutlak sebelum melakukan perang melawan  Pasukan salib. Caranya, dengan mengajarkan keilmuan yang benar yang akan mengantarkan pemiliknya kepada keyakinan, kecintaan pada ibadah, zuhud dan jihad. Ilmu yang rusak akan menghasilkan ilmuwan dan manusia yang rusak, yang cinta dunia dan pasti enggan berjihad di jalan Allah. Oleh sebab itu, al-Ghazali melakukan penyembuhan secara mendasar. Sebab, menurutnya sumber dari segala sumber kebaikan dan kerusakan adalah hati/aqal.



No.
Aspek
Uraian
1.
Nama Mahasiswa
Sri Hartati
2.
NIM
O000130 010
3.
Judul Buku
Judul Asli: Da’watu al-Imam al-Ghazali fi at-Tajdiid wa al-Islaah
Judul Terjemahan: Broken Crucifix, Detik-Detik Hancurnya Tentara Salib
4.
Penerbit
Lentera Optima Pustaka
5.
Edisi
Pertama
6.
Penulis & Penerjemah
Penulis: Dr. Ir. Ali Muhammad Ash-Shalaby
Penerjemah: Imam Muhtar MA
7.
ISBN
978-602-97030-0-9
8.
Pokok Masalah
Mengungkap peran penting Imam al-Ghazali dalam membangkitkan semangat juang ummat Islam melawan Tentara Salib
9.
Maksud dan Tujuan
Merupakan sumbangsih yang mempunayi nilai tersendiri dengat tujuan untuk menyuguhkan catatan penting tentang kiprah Imam al-Ghazali dalam gerakan pembaharuan serta perbaikan kondisi tubuh ummat Islam.
10.
Metode dan Pendekatan
Pendekatan Sejarah Ilmiah sosio-religius
11.
Kerangka Teori yang Dipakai
teori yang dipakai yaitu menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial-religius dengan cara menentukan hubungan social-religius antara konsep. Kerangka teori berasal dari kajian pustaka, berupa teori-konsep yang digunakan.
12.
Pokok-pokok Pemecahan Masalah
Pada masa hidupnya, al-Ghazali telah melakukan berbagai usaha yang sungguh-sungguh untuk mengajarkan ilmu yang benar, membangun pondasi akidah ummat Islam, menegakkan kembali pesan-pesan amar makruf nahi munkar. Juga sepak  terjang dia mengkritik penguasa yang dzalim, menyerukan tentang keadilan serta memerangi sekte-sekte pemikiran yang menyimpang.
Dari upaya ulama Imam al-Ghazali ini, kemudian lahir generasi seperti Nuruddin Mahmud Zanki yang dikenal sebagai penggelora pertama semangat Perang Salib. Kemudian dilanjutkan oleh Shalahuddin al-Ayyubi yang pada tahun 1187 berhasil memimpin pembebasan kota suci Yerusalem dari cengkraman Pasukan Salib.
13.
Kesimpulan
Kisah dalam buku ini berawal pada tahun 455 H, yaitu saat pengangkatan Nizhamul Mulk (Hasan bin Ali bin Ishaq at-Thusy) sebagai Menteri oleh Sultan Alib Arsalan, sekitar 120 tahun sebelum pembebasan Yerusalem dari cengkraman Pasukan Salib.  Buku ini mengupas sepak terjang Nizhamul Mulk dan Imam Al-Ghazali dalam membersihkan berbagai paham dan aliran menyimpang yang berkembang dalam tubuh ummat, serta membangun basis keilmuan yang berlandaskan sumber-sumber asli ajaran Islam. Shalahuddin Al-Ayyubi pun nantinya adalah salah satu ‘produk’ dari rekayasa ini.
14.
Saran-saran Kepada penelitian Lanjutan
Saran pereview kepada penelitian selanjutnya yaitu pentingnya menelisik akar permasalahan ummat (tipping point, dalam bahasa Malcolm Gladwell) dan panjangnya perjalanan untuk memperbaiki dan membangun generasi. Untuk lebih melengkapi kiprah panglima-panglima perang dalam melawan Pasukan Salib secara khusus.
15.
Catatan (Kritik dan
Komentar)
Pereview
Judul terjemahan yang diberikan oleh penerbit memang agak misleading, karena buku ini tidak membahas mengenai kisah Perang Salib, selain beberapa halaman terakhir yang membahas kiprah Nuruddin Zanki dan Shalahuddin  Al-Ayyubi secara umum. Judul asli dari buku ini mungkin bisa lebih tepat menjelaskan isi dari buku ini, yaitu mengenai “Dakwah Imam Al-Ghazali dalam Pembaharuan dan Perbaikan.“
16.
Lampiran
Narasi Review

Surakarta, 22 Januari 2013
Penulis/Pereview,

Sri Hartati
NIM. O000130 010
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik

Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2015 (1)
    • ▼  Jan (1)
      • Secercah Kisah Bersamanya...
  • ►  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ►  2013 (16)
    • ►  Des (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.