-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Kamis, 01 Januari 2015

Secercah Kisah Bersamanya...

Kami Membanggakanmu Ayah Ibu


Tak pelak lagi, entah pertanyaan yang sudah yang keberapa. Dikala mengawali interaksi dengan mereka yang sudah terlebih dulu menghirup oksigen keimanan di lembaga Hidayatullah. Pertanyaan yang sudah akrab ditelinga jika sebuah kata sudah terangkai menjadi kalimat tanya,”Sahlah anaknya  (ustadz) sapa?” (bahkan terkadang beberapa diantaranya menyebutkan nama ustadz yang mereka kenal, untuk membenarkan pernyataannya kalau saya adalah anak beliau), namun dengan sigap dan tetap percaya diri, serta diiringi senyum hangat ,”Sahlah bukan siapa2 di lembaga namun hanyalah seorang santri, orang tua sahlah adalah orang luar dan bukan bagian dari Hidayatullah, bukan jamaah, mereka tinggal di kampung salah satu desa di Bulukumba, Sulawesi Selatan”. jawabQ
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 20.22 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Bangga

Minggu, 28 Desember 2014

SahabatQ "Mushthafayaatul Akhyaar"

Aku Bangga Pada KaIian Kawan


Mengawali hidup bersama dalam satu tempat yang memiliki banyak paradigma tentangnya. Namun, yang paling populer adalah “Penjara Suci” suatu tempat yang hanya orang-orang pilihan yanG bisa bertahan setelah melalui yang akrab dikenal denGan seleksi aLam.

Ya ditempat iniLah Qt dipertemukan dengan membawa kadar iman yang berbeda-beda, dengan berbagai cerita yang menusantara di antara Qt. Namun ada niat yanG sama sehingga Qt dipertemukan di tempat ini, dan Qt lah yang merasainya sendiri-sendiri akan niat itu walau hanya setitik persamaan dengan yang lainnya, namun itulah yang menguatkan Qt hingga bertahan hingga akhir di satu titik yang sama akan pertemuan raga Qt ini. Alhamdulillah...
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 01.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Kawan MaharQ

Selasa, 25 November 2014

*Mendidikmu dalam Do'a*

'Didikah anakmu 25 tahun sebelum dia lahir'
secara tersurat nampak susunan kata yang sangat sederhana, namun secara tersirat sungguh mengandung banyak makna. jika kembali dalam hitungan tahun yang disebutkan sungguh diri ini sangatlah terlambat untuk mempersiapkan semuanya. sebab usiaku selangkah lagi akan memasuki hitungan tersebut. sehingga terlihat bahwa sepanjang perjalanan diri ini tidak menyadari sepenuhnya kalau tidak membawa bekal apa-apa untuk melanjutkan perjalanan yang masih terbilang jauh.

Namun, langkah yang telah terlewatkan tidak akan menjadi jejak yang kan kembali disusuri. sebab diri ini pun telah dilengkapi kedua tangan serta lisan yang senantiasa diberi kesempatan setiap saat, dimana dan kapan saja untuk menengadahkannya kepada Sang Khaliq.

Untuk saat ini, kedua tangan ini belum diamanahkan untuk mendidik raga dan jiwamu. namun aku akan mendidikmu dalam doa, sayang :) biarkan waktu yang tersisa ini menjadi lantunan indah dalam tiap munajatku, bagaimana mendidikmu.

Aku tidak memiliki kekuatan apapun, selain mengadu pada-Nya sebab aku bukanlah siapa-siapa. sedangkan diri ini menginginkan dirimu menjadi sosok yang kan berdiri tegak dalam barisan shaff-shaff yang senantiasa mempertahankan dinullah. maka biarkanlah aku mendidikmu dalam do'a...

Ketika  suasana hari ini tidak secerah mereka yang telah melukiskan sejarah indah dan penuh rahmah. kata yang telah miskin ketulusan. cita yang kurang wawasan. semoga dirimu diberikan kesempaan unuk mendulang kemuliaan  dan menjadi pengembara membangun kembai peradaban.

Saa ini, alam nyata penuh budaya rekayasa. angan yang kian hari kian mengangkasa. saat ini menatap masa depannya yang kan berdiri dengan kepribadian bangsanya, berada di tengah peradaban lawan, di sekitar kehidupan sahabatnya, di dalam didikan gurunya, dan dihadapan umatnya.

maka izinkanlah aku mendidiknya dalam do'a ya Rabbi....

#Untuk_Calon_Generasiku
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 05.23 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bis_QaL

Rabu, 18 Juni 2014

Kisah Qt Fren...

Kisah Klassik Bersama Sahabat-Q “Masa SMP”

Teringat, masa siswa baru dan masih suasana MOS bin Masa Orientasi Sekolah. Lagi asyik berdiri di pintu kelas sambil memandangi hamparan lapangan sekolah d depan mata yg di hiasi aksesoris pohon mangga “pas latihan pramuka jd santapan lezatttt tuk di panjatin klo pas berbuah”. Sebagai siswa baru menyendiri itu biasa apalagi ga ada tman dari satu sekolah dasar. (hal ini ga jadi problem serius bagiQ yg rada2 punya sikap CUEK bin JAIM).

Kala itu lagi istirahat, salah satu panitia MOS yg kebetulan udah kelas tiga, lewat didepanq sambil nunjuk2 dan berkata,”we uangmu jatuh tuh!” karena kalimat yang udah basi bagiku dan udah tau apa statement selanjutnya jika saya mencoba menunduk dan mencari uang yg dimaksud, pasti kan di timpali dg kalimat,”cewe matre, cewe matre”. (saya sangat anti dengan kalimat yg seperti itu) Maka dengan santai ku jawab aja,”biarin (dengan ekspresi cuek)”.
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 11.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Rindu

Rabu, 11 Juni 2014

Kisah_Q...

Menanti Sang Hikmah Datang Menyapa :)

Kisah seorang mahasiswi yang bertekad mengamalkan sebuah hadits “Sebaik-baik di antara kalian adalah yang bermanfaat bagi orang lain” bertepatan adanya pameran buku murah di Assalam Hypermarket Solo, Saya jadi teringat dengan salah seorang adik tingkat di asrama, yang sangat senang membeli buku bahkan suaranya masih terngiang bahwa  ia sangat ingin menitipkan untuk dibelikan buku jika ada  book fair.


Gayung pun bersambut, saat itu saya menghubunginya dan irama kegembiraannya di pulau Borneo terlantunkan melalui gelombang suaranya. Ia pun telah mempersiapkan uang yang akan di transfer dan menitipkannya pada salah seorang ustadzah. Kebetulan waktu itu adalah hari terakhir book fair dan saya bersama teman sudah berada di tempat tujuan sambil menunggu transferan uang darinya.


Menuggu lama, akhirnya saya menghubunginya lagi sebab uangnya belum dikirim. Namun, guratan rasa kecewa diwajahnya bisa tergambarkan dihadapanku melalui nada bicaranya. Sebab, ATM dekat pondok lagi rusak sehingga uangnya tidak bisa di transfer sehingga harapan untuk membeli buku yang telah diidam-idamkan sirna seketika.

Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 07.06 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Hikmah

Minggu, 27 April 2014

*Ibu* Kata Terindah Kehormatan Wanita

Rahmat-Mu Ya Rabby....

Pernahkah kita mengukur Sepanjang apa kasih sayang dan cinta seorang ibu ????

Pernahkah kita menimbang seberat apa cintanya ???

Pernahkah kita merenung setulus apa kasihnya ???

Atau setelah kita dewasa Setelah kita bisa berjalan, bisa berlari, Bisa bekerja mencari hidup, Memiliki pasangan hidup, Setelah kita tidak butuh lagi dengan suapannya.

Dengan gandengan tangannya
Dengan pelukannya
Dengan dekapannya
Dengan ninaboboknya
Dengan belaiannya
Dengan segala belas kasihnya 
Kita mulai menjauh darinya, Kita mulai sibuk dengan urusan kita
Kita mulai lupa dengannya
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 01.52 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bis_QaL, Ibu

Rabu, 23 April 2014

"Membeli Kemenangan"

“Andaikan kalian sanggup berkomitmen untuk begini dan begitu, tentu akan saya dukung. Tapi sejauh ini, saya masih melihat banyak kekurangan dari diri kalian. Sesungguhnya kita tidak mungkin membersihkan lantai yang kotor dengan kain pel yang kotor!”

Kalimat semacam di atas, dalam berbagai varian bentuknya, sering sekali terdengar. Hemat saya, terutama ungkapan yang terakhir, memang dapat menemukan konteksnya dalam banyak kasus, namun tidak untuk semua kasus. Memang benar, kain pel yang akan digunakan untuk membersihkan lantai tidak boleh kotor. Tapi sebersih apakah ‘tidak kotor’ itu sebenarnya?

Khalid ibn Walid ra bisa dibilang ‘bukan siapa-siapa’ ketika situasi memaksanya untuk menjadi pemimpin pasukan Muslim di Perang Mu’tah. Rasulullah saw telah menyerahkan bendera pasukan kepada Zaid ibn Haritsah ra, dan berwasiat agar memberikannya kepada Ja’far ibn Abu Thalib ra jika Zaid ra gugur, kemudian berwasiat lagi agar memberikannya kepada ‘Abdullah ibn Rawahah ra jika Ja’far ra gugur. Allah SWT berkehendak ketiga panglima nan gagah ini menjadi syuhada. Saat itulah kaum Muslimin berembuk dan mengangkat Khalid ibn Walid ra – yang belum lama masuk Islam – untuk menjadi pemimpin mereka. Khalid ra, yang di Perang Uhud mengayunkan pedangnya untuk menghabisi kaum Muslimin, kini menjadi Syaifullaah (Pedang Allah) yang akhirnya mampu membawa pasukan Muslim meraih kemenangan.
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 07.18 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Share
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2015 (1)
    • ▼  Jan (1)
      • Secercah Kisah Bersamanya...
  • ►  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ►  2013 (16)
    • ►  Des (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.