'Didikah anakmu 25 tahun sebelum dia lahir'
secara tersurat nampak susunan kata yang sangat sederhana, namun secara tersirat sungguh mengandung banyak makna. jika kembali dalam hitungan tahun yang disebutkan sungguh diri ini sangatlah terlambat untuk mempersiapkan semuanya. sebab usiaku selangkah lagi akan memasuki hitungan tersebut. sehingga terlihat bahwa sepanjang perjalanan diri ini tidak menyadari sepenuhnya kalau tidak membawa bekal apa-apa untuk melanjutkan perjalanan yang masih terbilang jauh.
Namun, langkah yang telah terlewatkan tidak akan menjadi jejak yang kan kembali disusuri. sebab diri ini pun telah dilengkapi kedua tangan serta lisan yang senantiasa diberi kesempatan setiap saat, dimana dan kapan saja untuk menengadahkannya kepada Sang Khaliq.
Untuk saat ini, kedua tangan ini belum diamanahkan untuk mendidik raga dan jiwamu. namun aku akan mendidikmu dalam doa, sayang :) biarkan waktu yang tersisa ini menjadi lantunan indah dalam tiap munajatku, bagaimana mendidikmu.
Aku tidak memiliki kekuatan apapun, selain mengadu pada-Nya sebab aku bukanlah siapa-siapa. sedangkan diri ini menginginkan dirimu menjadi sosok yang kan berdiri tegak dalam barisan shaff-shaff yang senantiasa mempertahankan dinullah. maka biarkanlah aku mendidikmu dalam do'a...
Ketika suasana hari ini tidak secerah mereka yang telah melukiskan sejarah indah dan penuh rahmah. kata yang telah miskin ketulusan. cita yang kurang wawasan. semoga dirimu diberikan kesempaan unuk mendulang kemuliaan dan menjadi pengembara membangun kembai peradaban.
Saa ini, alam nyata penuh budaya rekayasa. angan yang kian hari kian mengangkasa. saat ini menatap masa depannya yang kan berdiri dengan kepribadian bangsanya, berada di tengah peradaban lawan, di sekitar kehidupan sahabatnya, di dalam didikan gurunya, dan dihadapan umatnya.
maka izinkanlah aku mendidiknya dalam do'a ya Rabbi....
#Untuk_Calon_Generasiku