Judul : Dakwah Kultural Muhammadiyah
Pengarang : Pimpinan Pusat
Muhammadiyah
Penerbit : Suara
Muhammadiyah
Tebal : 120 Halaman
Dalam buku Dakwah
Kultural Muhammadiyah mambahas mengenai pendekatan dan strategi dakwah
kultural Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai kemajemukan masyarakat dan
situasi yang semakin kompleks. Dakwah kultural yang dimaksudkan adalah upaya
menanamkan nilai-nilai Islam dalam seluruh dimensi kehidupan dengan
memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara
luas dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dakwah
kultural yang dirumuskan ini mengandung makna bahwa Muhammadiyah saat ini
berusaha lebih terfokus dan sistematis memeperhatikan serta masuk ke ranah
dakwah.
Sebagai gerakan
dakwah yang multidimensi, Muhammadiyah senantiasa melakukan revitalisasi
sebagai upaya penguatan terus-menerus langkah-langkah dakwah, baik secara
kualitatif maupun kuantitatif menuju terwujudnya cita-cita dan tujuan
Muhammadiyah, yaitu masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Peningkatan
intensitas dan ekstensitas dakwah Muhammadiyah selalu menjadi agenda penting
Muhammadiyah dari waktu ke waktu. Secara
historis-kronologis dapat diketahui bahwa Muhammadiyah selalu meninjau dan
menyempurnakan konsep dakwahnya, baik dalam tataran teoritik-ideologis maupun
pada tataran strategi, taktik dan teknis operasional.
“Dakwah
kultural merupakan menanamkan nilai-nilai Islam dalam seluruh dimensi kehidupan
dengan memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya
secara luas dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Atas
dasar pemikiran tersebut, dakwah kultural dapat dipahami dalam dua pengertian,
yaitu pengertian umum (makna luas) dan pengertian khusus (makna sempit). Dakwah
kultural dalam arti luas dipahami sebagai kegiatan dakwah dengan memperhatikan
potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk berbudaya dalam rangka
menghasilkan kultur alternatif yang bercirikan Islam, yakni berkebudayaan dan
berperadaban yang dijiwai oleh pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran
Islam yang murni bersumber dari al-Quran dan sunnah Nabi, serta melepaskan diri
dari kultur dan budaya yang dijiwai oleh syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat.
Adapun dalam
pengertian khusus, dakwah kultural adalah kegiatan dakwah dengan memperhatikan,
memperhitungkan, dan memanfaatkan adat-istiadat, seni, dan budaya lokal yang
tidak bertentangan dengan ajaran Islam dalam proses menuju kehidupan Islami
sesuai dengan manhaj Muhammadiyah yang bertumpu pada prinsip tajdid,
dengan purifikasi dan dinamisasi
(pembaruan).
Dakwah dengan
pengembangan masyarakat dilakukan dengan pengembangan sumber daya manusia,
yaitu memberikan bekal sesuai dengan kebutuhan dan kecenderungan kehidupannya,
dengan memasukkan prinsip-prinsip kehidupan Islami, sehingga mereka dapat
melakukan pemenuhan kebutuhan dan kecenderungan hidupnya dengan bimbingan
nilai-nilai ajaran Islam.
Sebagai langkah
pengembangan masyarakat, maka gerakan dakwah kultural merupakan dakwah multi
dimensional, dalam makna menyentuh dan masuk ke dalam desah nafas kehidupan
masyarakat dan umat. Ini menuntut para aktivis Muhammadiyah yang sekaligus
sebagai da’i dan mubaligh untuk trampil memahami sosio kultural masyarakatnya.
Bahkan, menjadikan kondisi sosio kultural itu menjadi inspirator
langkah-langkah dakwah setelah dipadukan dengan sumber pokok dakwah Islam,
yakni al-Qur´an dan al-Sunnah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik