Kisah Klassik Bersama Sahabat-Q “Masa SMP”

Teringat, masa siswa baru dan
masih suasana MOS bin Masa Orientasi Sekolah. Lagi asyik berdiri di pintu kelas
sambil memandangi hamparan lapangan sekolah d depan mata yg di hiasi aksesoris
pohon mangga “pas latihan pramuka jd santapan lezatttt tuk di panjatin
klo pas berbuah”. Sebagai siswa baru menyendiri itu biasa apalagi ga ada
tman dari satu sekolah dasar. (hal ini ga jadi problem serius bagiQ yg rada2
punya sikap CUEK bin JAIM).
Kala itu lagi istirahat,
salah satu panitia MOS yg kebetulan udah kelas tiga, lewat didepanq sambil
nunjuk2 dan berkata,”we uangmu jatuh tuh!” karena kalimat yang
udah basi bagiku dan udah tau apa statement selanjutnya jika saya mencoba menunduk
dan mencari uang yg dimaksud, pasti kan di timpali dg kalimat,”cewe matre, cewe matre”. (saya sangat anti
dengan kalimat yg seperti itu) Maka dengan santai ku jawab aja,”biarin (dengan ekspresi
cuek)”.
Selang beberapa menit, tiba2
panitia ospek yg lain mendatangiq. Dengan wajah geram n tatapan sinis. Owch indera
pendengaran ini pun menikmati bait-bait syair yang memojokkanq sebagai siswa
baru. Karena kakak yg abis adu argument sesaat denganQ merasa tersinggung n
nangis. Katanya, saya kurang sopan ma senior. Karena merasa hal itu hanyalah
sepele saya cukup mendengarkan (ngga ngerasa bersalah kok,dianya aja yg cengeng
n sok pengen dihormatin. Hufh...) wejangan beberapa panitia yang berdiri didepanq
sambil nunjuk2 kearahq ‘dihakimin’. Plus dikelilingi tman2 yg sangat polos manut2 ma
senior. Aich....! (ternyata dianya adalah teman sekelas kakaQ, tapi kakaq sendiri
ga sampai menghakimi diriq ketika pulang kerumah, karena emang beda tempat
tinggalnya. Saya tinggal d rumah kakek, dianya tinggal di rumah ortu) “Afwan ya KK” waktu itu saya punya
keegoisan yg tinggi jg, jika ga merasa bersalah maka sulit tuk mengalah.
Masa-masa indah di sekolah
masa SMP. Hehehe J yang masih pada unyu-unyu, teman SMP dengan gaya AbeGe
yang dikit labil, yach komplotan kita ga neko2 amat, cuman kadang agak resein
ade-ade kelas yang dikita over acting di depan mata, bahkan sampe lemparin batu
sekalian. Jiahahaha :D kenangan itu !!! ya Komplotan yg sedikit alim tapi tetap
terjangkiti virus senioritas. Ke kantin bareng, pulang sekolah bareng +
nongkrong dulu, nunggu sepi yang ngantri nungguin si mobil full pada lewat. Ya
jatah pulang kita diprioritaskan terakhir aja dech....
Hmm, Masa SMP masa keegoisan
yang mengkungkung diri. Jiwa ga mau ngalah klo merasa benar. Jiwa yang ga mau
diperbudak, berani adu mulut ma kaka kelas klo bertindak seenaknya. Meskipun
rada2 agak takut coz bodynya yang GeDe BeGeTe. Namun ku kuasai satu jurus
warisan dari seseorang, katanya,”Kalau laki-laki
macem-macem, tatap tajam aja matanya. Langsung ga bisa berkutik tuch” sipp, ternyata jurus ampuh ini berhasil bagiku. Ada rasa
kemenangan yang berpihak pada diri. Yessss !!!! bergaul ma teman cewe agak dikit renggang, krn Q sendiri
rada-rada ga suka gaya2 yang cewe amat apalagi klo lengket dengan ciri cewe
yang pada dasarnya. Ich. Bukan gue banget.... !!! gabung ma temen yang
laki-laki dikit ga banyak gaya, ga banyak omong. Setidaknya lebih agak nyambung
dikit. Hehehehe J.
Masa SMP... terkadang
kejujuran membawa nikmat. Tatkala pertengahan pelajaran dan kampung tengah ga
bisa diajak kompromi lagi karena minta segera “ISLAM= ISi LAMbung”. dengan muka berwajah
polos sambil merajuk ma seorang guru tuk izin ke kantin ngISLAM. YES aq menang
rekomendasi itu dengan mudah kudapatkan dari bu guru yg baik hati “Bu Ratna/ekonomi’ dengan catatan diam2 n
ga ngajak teman yg laen. Aseeekkkkkk. Makasih bu J
Namun, dengan kejujuran pula.
Buliran air mataq pernah menyapa. Ya teringat ketika itu mata pelajaran di awal
adalah matematika. Dimana pengajarnya sangat disegani “Pak Yasid” yah. Baru suara
motornya yg kedengaran dari kejauhan. Para siswa udah pada lari terbirit-birit
masuk kelas. Trus beliau pun sangat terkenal dengan super bersih “sampe setitik gumpalan
yg sebesar kuku pun kadang masih di liat n disuruh pungutin” kebetulan waktu itu
saya yg piket kebersihan pas pak gurunya udah datang saya lupa bersihkan
kursinya. Apesss, kena dech. Ketika kakinya melangkah menuju ke tempat duduk oh
NO. Beliau melihat kursi yg masih berdebu. Sesaat ia pun bertanya,”siapa yg piket
kebersihan pagi ini?”.
Dengan rada2 takut sambil menoleh kiri kanan melihat
tman piket tuk angkat tangan, tapi ga ada yg angkat tangan. Akhirnya saya pun
memberanikan diri untuk mengangkat tangan sebagai rasa tanggung jawabq. Akhirnya
saya pun dipanggil kedepan, mendekat ke kursi lalu tangan ana dipegang kemudian
dijadikan lap ke kursi yg berdebu setelah itu dilapkan kewajah ana yang imoet
ini. Buliran air mata pun terbendung di kelopak mata “pikiran saya udah kacau,
tuk balas dendam ma teman piket yg lain” (pas istirahat mereka pun kena serangan
ma’nyozzz dari ane). Namun, satu hal yang membuatq merasa
jadi pemenang karena Berani mempertanggung jawabkan kesalahanQ meskipun sendiri
yang sebenarnya adalah tanggung jawab bersama. Tapi terlepas dari masalah yg
tadi sebenarnya saya pun akrab dengan pak Yasid klo soal nilai matematika tuk
raport, beliau selalu tanyakan nilai yg saya inginkan. Trus sering dapat
traktiran dari beliau, hehehe J sedikit makmurlah
hidupQ.
Masalah demi masalah yg
berhubungan dengan guru selalu aja datang menyapa. Ya kasus ini berkaitan
dengan kenaikan kelas tiga, penempatan kelasQ yang tidak sesuai dengan prosedur
yang ditetapkan. Seharusnya saya berada dikelas tiga satu sesuai ketika saya di
kelas satu dulu yaitu satu satu. Tapi malah saya ditempatkan di kelas tiga dua,
sedangkan di lain pihak beberapa orang yg semestinya berada dikelas sesuai masa
kelas satu tapi malah keliru. Waktu itu pikiran yg labil diiringi sedikit suara
lirih “ya karena mereka anak...”. saya dan beberapa
teman membantuq tuk mengklarifikasi penempatan kelas yang semestinya sesuai
prosedur mengahadap kebeberapa guru di kantor. (istilahnya membela HAK). Hehehe
:D
ternyata ta disangka n tak diduga hal ini menjadi masalah yang
berkepanjangan sepanjang kelas tiga “atas gugatanQ”. Saya dan sahabatQ Q-khy sempat d teror sama guru juga
selaku orang tua dari siswa yg jadi
objek ketidakjelasan akan keputusan yg ada. Ya, saya pernah di tunjuk2 oleh ibu
guru “yg sangat bersahabat sebenarnya” n lagi2 dapat syair2 merdu
atas sikapq. Selain itu sepanjang kelas tiga namaQ n nama Q-khy tidak pernah
disebut tatkala pengabsenan oleh ibu guru yg lain. “TERASING”... tapi sebagai siswa
yang baik dan ditempatkan pada posisi yang melakukan kesalahan maka saya dan
Q-khy pun memberanikan diri ke rumah teman sekaligus ke rumah GuruQ yg merasa
tersinggung dengan sikapQ. Pesannya “Katakanlah,walau itu pahit”.
Namun, aQ sempat
terselamatkan selama beberapa bulan dua semester karena terdaftar di kelas
unggulan di sekolah lain. (alhamdulillah, sedikit lega terbebas dari ranah
teror, heheheh :) namun tetap merasa bersalah karena sahabatQ Q-khy melewatinya
sendiri atas pengasingan pengabsenan). Ya dan aq pun kembali menemaninya ketika
menjelang ujian akhir. Lagi-lagi aq merasa terasing dengan salah satu ibu guruQ
tersayang, sehingga nilai praktikku bersamanya nggak karu2an. Sebab, seakan2 diriq
ini dianggap “Antara ada dan Tiada” hiks..hiks..hiks.. :’( (badai pasti berlaalu).....
Suasana latihan pramuka pun
minyisahkan satu kisah klasik yg masih terasa sampai skrg. Ya ketika latihan di
sore hari bersama anggota pramuka yg lainnya di dampingi pembinanya “GuruQ adalah SahabatQ” Pak Rista. Kami yang
tergabung pada grup inti sedang latihan baris-berbaris yang dipimpin olehQ sambil
di pantau dari kejauhan oleh pak Rista. Berhubung grup yg lain pun sedang
latihan. Karena latihan sambil sedikit main-main sambil cengingisan sesekali. Tiba-tiba
Pak Rista pun menghampiri dengan wajah sedikit serius, tapi karena kami sudah merasa
akrab dengan beliau, ketika ia sudah mengambil tangkai pohon pun yg sudah
bersih dari daunnya, kami masih memasang wajah2 polos “muka tak bersalah”
Alhasil, tak ada angin tak
ada petir tiba-tiba dengan wajah serius sambil memberikan kami aba-aba tuk
berbaris rapi. Dengan sigap tangkai itu pun mendarat di bagian belakang kami
masing-masing (wow terasa sampai daging mennnnnnn......). waktu itu kami bisa
menerima perlakuannya sebab kami memang merasa bersalah atas ketidak seriusan
dalam latihan. Tapi setelahnya menjadi ajang pelampiasan pada grup yang lain dari
saya tuk mendapatkan perlakuan yg sama, jika latihan yang ga serius. “tendangan maut pun
bakalan mereka dapatkan” sampai-sampai sepatu saya pernah terlempar gara2 nendang
salah satu betis anggota yg lain, eh malah ditertawain oleh pembina ma teman2
yg lain. Mereka kudu terima karena telah melihat perlakuan pembina pada kami yg
semestinya sebagi contoh dalam latihan. (hal ini menanamkan sikap tanggung
jawab yang penuh ketegasan, karena di luar jadwal latihan kami semua berteman n
bersahabat satu sama lain dan tidak ada dendam). “jadi kangen dengan suasana
ini”
Masa SMP penuh dengan
kenangan akan kemerdekaan diriku, namun kita tetap menjaga batasan, pergaulan
kita masih di batas kewajaran yang ga sampai dilirik atau berada di poros
bernilai negatif bagi yang melihat kebersamaan kita. (Ade, Q-khy, Fanju, Dipy,
Sube dll)
Ada ikatan persaudaraan diantara
kita fren. Ya meskipun saat ni yumkin ga biasa kontak-kontakan lagi tapi aku
kan tetap mencari jejak kalian. Ana harap silaturahim kita sebagai seorang “SAHABAT” ga terputus. Kisah klasik masih berbekas indah dalam benakQ. Entah
kalian merasakan hal yang sama atau ga. Tapi rasa inilah yang masih terukir
dalam lintasan kenangan dikala kita bersama dulu.
“Saya telah menggelarimu *SAHABAT* panggilan mesra Nabi
al-Musthafa pada generasi setia di zamannya, sapaan akrab terdengar begitu
merdu. Sebuah kosakata indah sebagai kiasan penuh makna untuk seorang yang
mempunyai kisah bersama yang istimewa. Makanya sayapun mengadopsinya untukmu
wahai “SAHABATQ”.
*SAHABAT* semoga kalian membendaharakan kata ini juga untukQ. Karena kalian *SAHABATQ* maka jangan pernah jengan memperingatkan atau menasihatiQ, tatkala diriku salah melangkah atau berada dalam kekeliruan dalam Din ini. Karena Q adalah *SAHABAT-MOE* fi dunya ilal akhirah, In Syaa Allah J “
*SAHABAT* semoga kalian membendaharakan kata ini juga untukQ. Karena kalian *SAHABATQ* maka jangan pernah jengan memperingatkan atau menasihatiQ, tatkala diriku salah melangkah atau berada dalam kekeliruan dalam Din ini. Karena Q adalah *SAHABAT-MOE* fi dunya ilal akhirah, In Syaa Allah J “
Hmmm, lirik lagu yang
bertemakan Sahabat pasti ga bosan meskipun udah jaman bahola,pasti kan slalu
eksis untuk kita sahabat. Karena kita berada dan menikmatinya dizaman kita Yawes
lirik lagu dibawah ini nih yang telah menjadi kenangan Qt bersama.
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kitaAkan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Jabat tanganku,
mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua
Reff:Sampai jumpa kawanku
s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
karena hari ini yang kan kita rindukan
karena hari ini yang kan kita rindukan
Di hari
nanti...
Ke: Reff
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
NB: meskipun tuk saat ini, saya sdah memiliki
ideologi yang mungkin sedikit berbeda tapi sikapQ yang dulu masih akan tetap ada buat kalian
sahabatq. Karena Ukiran kebersamaan masih membekas diantara Qt. J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik