-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Rabu, 18 Juni 2014

Kisah Qt Fren...

Kisah Klassik Bersama Sahabat-Q “Masa SMP”

Teringat, masa siswa baru dan masih suasana MOS bin Masa Orientasi Sekolah. Lagi asyik berdiri di pintu kelas sambil memandangi hamparan lapangan sekolah d depan mata yg di hiasi aksesoris pohon mangga “pas latihan pramuka jd santapan lezatttt tuk di panjatin klo pas berbuah”. Sebagai siswa baru menyendiri itu biasa apalagi ga ada tman dari satu sekolah dasar. (hal ini ga jadi problem serius bagiQ yg rada2 punya sikap CUEK bin JAIM).

Kala itu lagi istirahat, salah satu panitia MOS yg kebetulan udah kelas tiga, lewat didepanq sambil nunjuk2 dan berkata,”we uangmu jatuh tuh!” karena kalimat yang udah basi bagiku dan udah tau apa statement selanjutnya jika saya mencoba menunduk dan mencari uang yg dimaksud, pasti kan di timpali dg kalimat,”cewe matre, cewe matre”. (saya sangat anti dengan kalimat yg seperti itu) Maka dengan santai ku jawab aja,”biarin (dengan ekspresi cuek)”.

Selang beberapa menit, tiba2 panitia ospek yg lain mendatangiq. Dengan wajah geram n tatapan sinis. Owch indera pendengaran ini pun menikmati bait-bait syair yang memojokkanq sebagai siswa baru. Karena kakak yg abis adu argument sesaat denganQ merasa tersinggung n nangis. Katanya, saya kurang sopan ma senior. Karena merasa hal itu hanyalah sepele saya cukup mendengarkan (ngga ngerasa bersalah kok,dianya aja yg cengeng n sok pengen dihormatin. Hufh...) wejangan beberapa panitia yang berdiri didepanq sambil nunjuk2 kearahq ‘dihakimin’. Plus dikelilingi tman2 yg sangat polos manut2 ma senior. Aich....! (ternyata dianya adalah teman sekelas kakaQ, tapi kakaq sendiri ga sampai menghakimi diriq ketika pulang kerumah, karena emang beda tempat tinggalnya. Saya tinggal d rumah kakek, dianya tinggal di rumah ortu) “Afwan ya KK” waktu itu saya punya keegoisan yg tinggi jg, jika ga merasa bersalah maka sulit tuk mengalah.

Masa-masa indah di sekolah masa SMP. Hehehe J yang masih pada unyu-unyu, teman SMP dengan gaya AbeGe yang dikit labil, yach komplotan kita ga neko2 amat, cuman kadang agak resein ade-ade kelas yang dikita over acting di depan mata, bahkan sampe lemparin batu sekalian. Jiahahaha :D kenangan itu !!! ya Komplotan yg sedikit alim tapi tetap terjangkiti virus senioritas. Ke kantin bareng, pulang sekolah bareng + nongkrong dulu, nunggu sepi yang ngantri nungguin si mobil full pada lewat. Ya jatah pulang kita diprioritaskan terakhir aja dech....

Hmm, Masa SMP masa keegoisan yang mengkungkung diri. Jiwa ga mau ngalah klo merasa benar. Jiwa yang ga mau diperbudak, berani adu mulut ma kaka kelas klo bertindak seenaknya. Meskipun rada2 agak takut coz bodynya yang GeDe BeGeTe. Namun ku kuasai satu jurus warisan dari seseorang, katanya,”Kalau laki-laki macem-macem, tatap tajam aja matanya. Langsung ga bisa berkutik tuch” sipp, ternyata jurus ampuh ini berhasil bagiku. Ada rasa kemenangan yang berpihak pada diri. Yessss !!!! bergaul ma teman cewe agak dikit renggang, krn Q sendiri rada-rada ga suka gaya2 yang cewe amat apalagi klo lengket dengan ciri cewe yang pada dasarnya. Ich. Bukan gue banget.... !!! gabung ma temen yang laki-laki dikit ga banyak gaya, ga banyak omong. Setidaknya lebih agak nyambung dikit. Hehehehe J.

Masa SMP... terkadang kejujuran membawa nikmat. Tatkala pertengahan pelajaran dan kampung tengah ga bisa diajak kompromi lagi karena minta segera “ISLAM= ISi LAMbung”. dengan muka berwajah polos sambil merajuk ma seorang guru tuk izin ke kantin ngISLAM. YES aq menang rekomendasi itu dengan mudah kudapatkan dari bu guru yg baik hati “Bu Ratna/ekonomi’ dengan catatan diam2 n ga ngajak teman yg laen. Aseeekkkkkk. Makasih bu J

Namun, dengan kejujuran pula. Buliran air mataq pernah menyapa. Ya teringat ketika itu mata pelajaran di awal adalah matematika. Dimana pengajarnya sangat disegani “Pak Yasid” yah. Baru suara motornya yg kedengaran dari kejauhan. Para siswa udah pada lari terbirit-birit masuk kelas. Trus beliau pun sangat terkenal dengan super bersih “sampe setitik gumpalan yg sebesar kuku pun kadang masih di liat n disuruh pungutin” kebetulan waktu itu saya yg piket kebersihan pas pak gurunya udah datang saya lupa bersihkan kursinya. Apesss, kena dech. Ketika kakinya melangkah menuju ke tempat duduk oh NO. Beliau melihat kursi yg masih berdebu. Sesaat ia pun bertanya,”siapa yg piket kebersihan pagi ini?”. 

Dengan rada2 takut sambil menoleh kiri kanan melihat tman piket tuk angkat tangan, tapi ga ada yg angkat tangan. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengangkat tangan sebagai rasa tanggung jawabq. Akhirnya saya pun dipanggil kedepan, mendekat ke kursi lalu tangan ana dipegang kemudian dijadikan lap ke kursi yg berdebu setelah itu dilapkan kewajah ana yang imoet ini. Buliran air mata pun terbendung di kelopak mata “pikiran saya udah kacau, tuk balas dendam ma teman piket yg lain” (pas istirahat mereka pun kena serangan ma’nyozzz dari ane). Namun, satu hal yang membuatq merasa jadi pemenang karena Berani mempertanggung jawabkan kesalahanQ meskipun sendiri yang sebenarnya adalah tanggung jawab bersama. Tapi terlepas dari masalah yg tadi sebenarnya saya pun akrab dengan pak Yasid klo soal nilai matematika tuk raport, beliau selalu tanyakan nilai yg saya inginkan. Trus sering dapat traktiran dari beliau, hehehe J sedikit makmurlah hidupQ.

Masalah demi masalah yg berhubungan dengan guru selalu aja datang menyapa. Ya kasus ini berkaitan dengan kenaikan kelas tiga, penempatan kelasQ yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Seharusnya saya berada dikelas tiga satu sesuai ketika saya di kelas satu dulu yaitu satu satu. Tapi malah saya ditempatkan di kelas tiga dua, sedangkan di lain pihak beberapa orang yg semestinya berada dikelas sesuai masa kelas satu tapi malah keliru. Waktu itu pikiran yg labil diiringi sedikit suara lirih “ya karena mereka anak...”. saya dan beberapa teman membantuq tuk mengklarifikasi penempatan kelas yang semestinya sesuai prosedur mengahadap kebeberapa guru di kantor. (istilahnya membela HAK). Hehehe :D 

ternyata ta disangka n tak diduga hal ini menjadi masalah yang berkepanjangan sepanjang kelas tiga “atas gugatanQ”. Saya dan sahabatQ Q-khy sempat d teror sama guru juga selaku orang tua  dari siswa yg jadi objek ketidakjelasan akan keputusan yg ada. Ya, saya pernah di tunjuk2 oleh ibu guru “yg sangat bersahabat sebenarnya” n lagi2 dapat syair2 merdu atas sikapq. Selain itu sepanjang kelas tiga namaQ n nama Q-khy tidak pernah disebut tatkala pengabsenan oleh ibu guru yg lain. “TERASING”... tapi sebagai siswa yang baik dan ditempatkan pada posisi yang melakukan kesalahan maka saya dan Q-khy pun memberanikan diri ke rumah teman sekaligus ke rumah GuruQ yg merasa tersinggung dengan sikapQ. Pesannya “Katakanlah,walau itu pahit”.

Namun, aQ sempat terselamatkan selama beberapa bulan dua semester karena terdaftar di kelas unggulan di sekolah lain. (alhamdulillah, sedikit lega terbebas dari ranah teror, heheheh :) namun tetap merasa bersalah karena sahabatQ Q-khy melewatinya sendiri atas pengasingan pengabsenan). Ya dan aq pun kembali menemaninya ketika menjelang ujian akhir. Lagi-lagi aq merasa terasing dengan salah satu ibu guruQ tersayang, sehingga nilai praktikku bersamanya nggak karu2an. Sebab, seakan2 diriq ini dianggap “Antara ada dan Tiada” hiks..hiks..hiks.. :’( (badai pasti berlaalu).....

Suasana latihan pramuka pun minyisahkan satu kisah klasik yg masih terasa sampai skrg. Ya ketika latihan di sore hari bersama anggota pramuka yg lainnya di dampingi pembinanya “GuruQ adalah SahabatQ” Pak Rista. Kami yang tergabung pada grup inti sedang latihan baris-berbaris yang dipimpin olehQ sambil di pantau dari kejauhan oleh pak Rista. Berhubung grup yg lain pun sedang latihan. Karena latihan sambil sedikit main-main sambil cengingisan sesekali. Tiba-tiba Pak Rista pun menghampiri dengan wajah sedikit serius, tapi karena kami sudah merasa akrab dengan beliau, ketika ia sudah mengambil tangkai pohon pun yg sudah bersih dari daunnya, kami masih memasang wajah2 polos “muka tak bersalah”

Alhasil, tak ada angin tak ada petir tiba-tiba dengan wajah serius sambil memberikan kami aba-aba tuk berbaris rapi. Dengan sigap tangkai itu pun mendarat di bagian belakang kami masing-masing (wow terasa sampai daging mennnnnnn......). waktu itu kami bisa menerima perlakuannya sebab kami memang merasa bersalah atas ketidak seriusan dalam latihan. Tapi setelahnya menjadi ajang pelampiasan pada grup yang lain dari saya tuk mendapatkan perlakuan yg sama, jika latihan yang ga serius. “tendangan maut pun bakalan mereka dapatkan” sampai-sampai sepatu saya pernah terlempar gara2 nendang salah satu betis anggota yg lain, eh malah ditertawain oleh pembina ma teman2 yg lain. Mereka kudu terima karena telah melihat perlakuan pembina pada kami yg semestinya sebagi contoh dalam latihan. (hal ini menanamkan sikap tanggung jawab yang penuh ketegasan, karena di luar jadwal latihan kami semua berteman n bersahabat satu sama lain dan tidak ada dendam). “jadi kangen dengan suasana ini”

Masa SMP penuh dengan kenangan akan kemerdekaan diriku, namun kita tetap menjaga batasan, pergaulan kita masih di batas kewajaran yang ga sampai dilirik atau berada di poros bernilai negatif bagi yang melihat kebersamaan kita. (Ade, Q-khy, Fanju, Dipy, Sube dll)

Ada ikatan persaudaraan diantara kita fren. Ya meskipun saat ni yumkin ga biasa kontak-kontakan lagi tapi aku kan tetap mencari jejak kalian. Ana harap silaturahim kita sebagai seorang “SAHABAT” ga terputus. Kisah klasik masih berbekas indah dalam benakQ. Entah kalian merasakan hal yang sama atau ga. Tapi rasa inilah yang masih terukir dalam lintasan kenangan dikala kita bersama dulu.

“Saya telah menggelarimu *SAHABAT* panggilan mesra Nabi al-Musthafa pada generasi setia di zamannya, sapaan akrab terdengar begitu merdu. Sebuah kosakata indah sebagai kiasan penuh makna untuk seorang yang mempunyai kisah bersama yang istimewa. Makanya sayapun mengadopsinya untukmu wahai “SAHABATQ”. 

*SAHABAT* semoga kalian membendaharakan kata ini juga untukQ. Karena kalian *SAHABATQ* maka jangan pernah jengan memperingatkan atau menasihatiQ, tatkala diriku salah melangkah atau berada dalam kekeliruan dalam Din ini. Karena Q adalah *SAHABAT-MOE* fi dunya ilal akhirah, In Syaa Allah J “
Hmmm, lirik lagu yang bertemakan Sahabat pasti ga bosan meskipun udah jaman bahola,pasti kan slalu eksis untuk kita sahabat. Karena kita berada dan menikmatinya dizaman kita Yawes lirik lagu dibawah ini nih yang telah menjadi kenangan Qt bersama.

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan
 tiada lagi kini tawamu
Tuk
 hapuskan semua sepi di hati

ada cerita tentang aku dan dia
dan
 kita bersama saat dulu kala
ada
 cerita tentang masa yang indah
saat
 kita berduka, saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita


Jabat tanganku,
mungkin untuk yang terakhir kali 
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah 

Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua


Reff:Sampai jumpa kawanku 
s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku 

s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah 
karena hari ini yang kan kita rindukan

Di hari nanti...


Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian 
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian


NB: meskipun tuk saat ini, saya sdah memiliki ideologi yang mungkin sedikit berbeda tapi sikapQ  yang dulu masih akan tetap ada buat kalian sahabatq. Karena Ukiran kebersamaan masih membekas diantara Qt. J
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 11.53
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ▼  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ▼  Jun (2)
      • Kisah Qt Fren...
      • Kisah_Q...
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ►  2013 (16)
    • ►  Des (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.