Al- Qur’an sebuah kitab yang diturunkan dari Rabbul’alamin “Dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), Ke dalam qalbumu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, Dengan bahasa Arab yang jelas. Dan Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-Kitab orang yang dahulu”(Asy-Syu’ara [26] : 192-196).
Allah menurunkan Al- Qur’an dari Lauh Mahfudz ke Baitul ‘Izzah (langit dunia) sekaligus, pada satu malam yang disebut “Malam Qadar” “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].” (Q.S. Al Qadr :1)
[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
Atau pada malam yang penuh berkah. “Demi kitab (Al Quran) yang menjelaskan, Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah[1370], (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul, Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui, Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini(mengerti kebenaran secara ilmiyah: Arroghib).” (Q.S. Ad- Dukhan [44]: 2-7)
[1369] Malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.
[1370] Yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.
Allah menurunkan wahyu dengan mengutus Rasul kepada umatnya.”Tiap-tiap umat mempunyai rasul; Maka apabila telah datang Rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka[695] dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.” (Q.S. Yunus [10] : 47)
Allah menurunkan wahyu untuk mengatasi ikhtilaf yang terjadi diantara manusia.”Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus”.
Wahyu Allah diturunkan menggunakan bahasa yang dipakai oleh Rasul dan kaumnya, dengan maksud agar rasul-Nya dapat memberikan keterangan secara jelas dan tepat.”Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya[779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan[780] siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. dan Dia-lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Ibrahim [14]: 4)
[779] Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab itu, bukanlah berarti bahwa Al Qu'an untuk bangsa Arab saja tetapi untuk seluruh manusia.
[780] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.
Maka bahasa manusia dijadikan sebagai ayat bagi orang yang memiliki ilmu (lil’alamin).”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Ar-Ruum [30]: 22)
Allah menjadikan Al-Qur’an mudah dipahami petunjuknya. “Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran/mudah dipahami (petunjuknya), Maka Adakah (kamu) orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar: 17,22,32,40) arti mudah karena diberi keterangan atau bayan. Bukan hanya diberi Bayan, tetapi sudah diajarkan oleh Allah kepada manusia yang Dia ciptakan.”Ar Rahman. Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia yang telah menciptakan manusia. Yang mengajarkan kepadanya al-bayan (keterangan)” (Q.S. Ar Rahman [55]: 1-4)
Apabila petunjuk-Nya diterima lengkap beserta dengan bayyinahnya, maka akan menjadikan mukminin kemampuan yang disebut Furqonan, yakni memilah-milah atau menganalisa secara cermat dan akurat. Lebih jauh petunjuk Allah tentang adanya kemudahan tersebut diungkapkan dalam suatu sistima : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan (bayyinah; keterangan secara jelas dan tepat) mengenai petunjuk itu dan pembeda(al furqon) (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 185)
Adapun Bayyinah ada tiga, yaitu:
1) Bayan yang langsung diberikan Allah dalam petunjuk wahyu-Nya. Misalnya Al-Qur’an diturunkan atas kebijakan dan pengetahuan Allah. Tiap ayat diturunkan berdasarkan rencana Allah.
2) Bayan yang diberikan oleh rasul-Nya. Misalnya. Kaifiyat sholat, shalat sunnah dan sebagainya
3) Bayan yang supaya dicari oleh manusia. Wallahu'alam bishawab
*Review catatan mata kuliah tafsir al-Qur'an bersama Ust. Sholikhan [Ketua Kerukunan Antar Umat Beragama Jawa tengah & Pakar Kristologi]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik