
Waktu berlalu begitu cepat, kala teringat masa-masa kita bermain bersama ketika pulang sekolah. Ada pertengkaran kecil saat dirimu merusak sendal lebaranku saat ingin merusak balik milikmu justru kamu sedikit beruntung dariku sebab sendalmu tidak terluka dan mendapatkan perawatan khusus seperti milikku alias dioperasi bin dijahit pas memakainya di hari lebaran :( karena ane ditahan untuk melakukan itu & satu kesyukuran ada mama/bapak waktu itu yang pandai menjahit sendalku sehingga ga terlalu tampak bekas operasinya. “Seneng” :)
Usiamu
tidak terpaut jauh denganku. Dari segi pakaian (sepatu sekolah,
sandal, baju dll) dan barang yang lainnya milikmu dan milikku hampir
selalu mirip satu sama lain namun dibedakan dari segi ukuran atau warna.
Syukur berlaku hanya sampai usia SD, setelah itu ane kembali ke
fitrahnya sedikit dari segi bepakaian dan tidak lagi kembar dengan
milikmu coz ane udah belajar pake jilbab meskipun masih bongkar pasang.
Tapi Antum ga mungkin pake jilbab hahaha :) Ya itu sedikit cerita masa kecil kita yang hanya terangakai dari beberapa kata untukmu.Jauh dari kebersamaan yang penuh bahagia dan Berkah hari ini dan esok, dari kejauhan diri ini tidak bisa memendam rasa untuk bersua. Namun, aku hanya bisa menghantarkan rangkaian rindu ini melalui lisan yang berlafadzkan doa untukmu ya akhi. Sekarang dirimu tidak terpaut pada memimpin diri sendiri tapi kepemimpinanmu akan bertambah dalam bahtera rumah tanggamu. Jadilah pemimpin yang bijak terhadap istrimu, satukan sayap-sayap keberkahan kalian dalam mahligai cinta bernilai surgawi.
Harapan tanpa imanAdalah kekecewaan
menunggu waktu Kebahagiaan tanpa barakah
Bagai bayang-bayang tanpa cahaya
Orang suci
Menjaga kesuciannya dengan pernikahan
Menjaga pernikahannya dengan kesucian
(Salim A. Fillah)
#Antum telah mendahuluiku Bro hehehe :)
