Alam Pun Tersenyum Padaku
Ku berdiri di atas tapakan langkah kedua kaki
Ku berjalan menyusuri bebatuan
Terpaan angin yang menyengat kulit ariku
Membuatku tak bertahan di atas pijakan bumi
ini
Haruskah
ku berlari dan menjauh ?
Tapi
harus kemana membawa raga ini
Kegersangan
telah mengelilingiku
Terhampar bak permadani usang di depan mata
Jika hanya berdiam tanpa berbuat
Sungguh rasa malu kan selalu mengintai
Molekul-molekul oksigen kan berserakan tak berarti
Karena rasa ego yang telah melahap pusaran hidupnya
Satu
benih sangat berarti
Untuk
menghidupkan rana kehidupan ini
Maka
akan Kutabur benih-benih pepohonan
Agar
molekul oksigen kembali menyatu
Hembusan dari tiap nafas ini
Akan berinfusi penuh irama syahdu
Lingkungan kembali hijau menghalau kegersangan
Maka alam pun tersenyum padaku
# 06 ApriL 2013,

Subhanallah... Salam dari Batam
BalasHapus