-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Senin, 21 April 2014

Sosok yang Berjiwa Besar

Nasehat 13
Akhi dan ukhti fillah..

Sosok yang di harapkan kebaikannya adalah sosok yang berjiwa besar. Dan tidak mesti sosok seperti ini ditemukan pada orang yang berpangkat tinggi atau seorang tokoh masyarakat. Bahkan justru banyak yang dianggap orang kecil, tapi dia berjiwa besar. Dan banyak yang dianggap orang besar, tapi berjiwa kerdil. Diantara ciri jiwa besar adalah tunduk kepada kebenaran dimana pun dan kapan pun dalam keadaan bagaimana pun. Berkata Ibn Taimiyah : “Dan berpindahnya seseorang dari satu perkataan kepada perkataan yang lain setelah jelasnya kebenaran adalah sesuatu yang terpuji. Berbeda dengan orang yang bersikeras untuk berada di atas satu perkataan yang dia tidak miliki hujjahnya. Dan meninggalkan perkataan yang jelas hujjahnya. Atau berpindah dari satu perkataan kepada perkataan yang lain hanya berdasarkan kecendrungan dan kebiasaan, maka ini tidaklah terpuji” ( Alfatawa alkubra /5/125).
Berfikir jernih.

Akhi dan ukhti fillah..
Kecendrungan seseorang terhadap sesuatu terkadang menjadikannya tidak bisa berfikir jernih. Padahal jika seseorang berfikir dengan jernih, maka dia akan terbimbing untuk mendapatkan keberuntungan. Berfikir jernih menuntut keberanian, jiwa besar, dan ketulusan, dan tentunya ilmu. Berkata Assyatibi : “ Ahlul ahwa, jika sudah dikuasai oleh kecendrungannya, dia tidak akan perduli. Dan tidak menganggap apa-apa yang menyelisihinya. Dan tidak menuduh (keterbatasan) dirinya untuk berfikir ulang atau berdiam terhadap beberapa hal yang masih menyisakan pertanyaan” ( Ali’tisham 2/269).

Takabbur.

Akhi dan ukhti fillah..
Sebenarnya kebenaran itu jelas dan mudah untuk dipahami. Tetapi berat dan samar bagi mereka yang tidak mendapatkan taufiq dari Allah. Dan sesungguhnya fitrah seorang manusia adalah menerima kebenaran. Terkecuali yang telah terjangkiti penyakit kesombongan. Ibn Taimiyah menukil perkataan Abu Utsman Annaisaburi : “ Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu dari sunnah kecuali karena kesombongan pada dirinya” ( Iqtdho siratil mustaqim / 2/120).

Manis terasa pahit di lidah.

Akhi dan ukhti fillah..
Pernahkah engkau melihat orang sakit? Atau pernahkah engkau merasakan sakit? Dimana aneka ragam makan dan minuman terasa tidak enak. Bukan karena makanan dan minumannya yang tidak enak. Tetapi karena lidah atau pencernaannya yang bermasalah. Demikianlah sesungguhnya keadaan orang yang menganggap bahwa kebenaran ini terasa pahit dan berat. Bukan karena kebenaran ini yang pahit dan berat. Tetapi karena hatinya yang bermasalah. Wahai orang yang haus akan kebenaran. Kasihanilah dirimu, janganlah justru engkau lari dari air jernih nan segar bermerek kebenaran. Berkata salah seorang syair sebagaimana di nukilkan oleh Arroghib Alasfahani (Adzari’ah ila makarim asyariah hal 126) :
فمن يك ذا فم مر مريض يجد مرابه الماء الزلا لا
Siapa yang lidahnya pahit dan sakit.
Maka air yang segar pun akan terasa pahit.

Menyongsong kebaikan.

Akhi dan ukhti fillah..
Yakin dan percayalah bahwa cahaya kebenaran tidak akan terbendung. Dia akan terus berlari. Dia akan terus melaju. Dengan tumbuhnya kesadaran ummat ini untuk belajar agama. Bersamaan dengan itu pula segala bentuk kebatilan akan tergeser menjauh. Dengan terbiasanya ummat ini merasakan sejuknya ilmu dan terangnya cahaya ilmu. Maka segala bentuk penyimpangan tidak akan laku dipasaran’. Jika ilmu ini terus berkibar, maka percayalah bahwa kebodohan akan menyingkir pelan-pelan untuk menyelamatkan diri. Berkata Ibn Taimiyah setelah menjelaskan hakekat ilmu yang bermanfaat : “ Dengan ketagihannya jiwa untuk mengetahui hal tersebut, maka dia akan terbiasa untuk mengetahui ilmu yang benar. Dan perkara-perkara yang benar. Begitu pula dengan tolok ukur yang benar. Maka hal itu akan berpengaruh kepada benarnya pemikiran dan pemahaman. Dan jiwa mulai terbiasa untuk mengetahui kebenaran dan mengatakannya. Untuk kemudian meningkat mengetahui yang lebih dari itu” ( Almajmu /9/128).

Adakah ketulusan??.

Akhi dan ukhti fillah..
Kita semua berharap ummat ini kuat dan jaya. Tetapi dalam kenyataan banyak diantara kita yang berupaya untuk bagaimana kelompoknya yang kuat. Dan ada kesedihan serta kegalauan melihat kemajuan dari kelompok lain. Apakah kita siap untuk meninggalkan segala bentuk symbol kelompok masing-masing untuk lebur di dalam kebenaran?? Semoga ada ketulusan hati untuk itu. Berkata Abdurrahman Almuallimi ; “ Jika orang lain yang menjelaskan kebenaran, maka dia menganggap bahwa dengan pengakuan dia terhadap kebenaran tersebut, berarti dia mengakui bahwa orang itu lebih utama, lebih berilmu, dan lebih benar, selanjutnya dia akan lebih mulia di mata manusia, dan akan banyak yang mengikutinya” ( Attankil / 2/ 195).

Oleh: Ust. Nasrullah Abdullah Said
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 08.01
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cat. Ustadz, Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ▼  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ▼  Apr (6)
      • *Ibu* Kata Terindah Kehormatan Wanita
      • "Membeli Kemenangan"
      • Kegersangan MenyeLimuti...
      • Sosok yang Berjiwa Besar
      • *Ketika Hati Ini Berpaling Darimu*
      • *Ketika Tuhan Disingkirkan*
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ►  2013 (16)
    • ►  Des (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.