Hijrah tempat Hijrah nama, bukan berarti nama sebelumnya
tidak bermakna tapi hanya saja ingin memiliki nama yang lebih bermakna lagi,
dan setiap bibir yg melafadzkannya terurai pula doa untukQ. maka ana pun
memperkenlkan nama yang kusukai yaitu Sahlah al Ghumaishaa.
Nama yang diambil dari salah satu
buku yang berjudul empat wanita yang dijamin masuk surga dan salah satunya
adalah Ummu Sulaim ibu dari Anas bin Malik, dan juga memiliki beberapa nama dan
salah satunya adalah sahlah dan al ghumaishaa. maka sayapun merangkaikan dua
nama tersebut.
Alhamdulillah selama di tempat
hijrah orang2 lebih akrab memanggil saya "SAHLAH" dan sangat sedikit
yg tahu nama yang tertera di Akta KelahirangQ. hingga saya menjalankan amanah
di tempat lain para Ust. dan Dosen di Kampus pun telah akrab memanggil Sahlah.
Saya sangat terobsesi dg nama ini
Sahlah= Mudah, maka kuyakinkan pada diri bahwa dengan nama ini akan memberikan
refleksi doa agar saya selalu diberi kemudahan dalam hal yang bernilai
kebaikan. Aamin !!!
Trus di Google + ini menggunakan
Sahl al-Fatih berawal dari membuat makalah sejarah tentang Penaklukan
Konstantinopel yang banyak menggambarkan sosok penakluknya yaitu Muhammad II
dari Khilafah Utsmaniyah. mendapat gelar al-Fatih berkat keberhasilannya
menaklukan kota Romawi tersebut.
Trus saya memakai al-Fatih juga
bukan berarti agar saya bisa menaklukkan hati seorang Ikhwan hehehe :) tapi
saya lebih terobsesi dari kepribadian Muhammad al-Fatih sendiri terutama pada
detik2 penaklukan Konstantinopel yaitu strategi perangnya yang Genius yang
selalu tidak pernah terpikirkan oleh Pasukan Romawi maupuan pasukan yang
dibawah komandonya.
So. harapan ane semoga saya pun selalu diberikan kemudahan
dalam memberikan ide yg genius dalam setiap keadaan genting maupun penting.
"Nama adalah Doa" :)
SahL adalah seorang anak kecil
yang butuh banyak belajar, sehingga Allah pun memberikan jalan Hijrah ke Pulau
Borneo tepatnya di salah satu Kampus Peradaban Hidayatullah Balikpapan.
ya ! ditempat ini saya belajar bagaimana
seorang muslimah mempertahankan atau menjaga Din-nya, Q masih butuh banyak
belajar bagaimana memproses diri menjadi kader Islam yang Kaffah.
"SahL masih Labil tuk Semua
Itu" kesempatan belajar slama 4 thn di STIS saya masih terbilang rapuh, yg
kemudian diamanhkan tuk berpindah tempat ke Pulau Batik tepatnya di Solo.
"Semua yg kujalani sekarang
adalah Skenario Allah sebab tidak bercampur akan adanya kemauan yang ada pada
diri sehingga menjalani salah satu puzzle kehidupan di tempat Rantau dalam
setiap keadaan harus belajar pula mengembalikannya pada Yang Maha
Berkehendak"