Caraku Merindukanmu.....
Aku merindukanmu lagi. Dan seperti rindu-rindu sebelumnya, tak ada satupun yang
sanggup kubawa ke tempatmu. Kau mengendalikan fikiranku lagi. Dan aku adalah
orang yang terkadang bahagia menikmatinya, meski sering kali tersiksa.
Dan aku memilih mengemas rinduku
dengan caraku sendiri.
Sekarang coba kau baca bagaimana caraku merindukanmu, dan bagaimana rasa sakitku saat merindukanmu.
Saat merindukanmu, aku lebih memilih menulis namamu di kertas, lalu aku pandangi namamu lekat-lekat. Itu tidak menyembuhkan rinduku, memang. Tapi aku merasa lebih baik.
Saat aku merindukanmu, aku lekas mengambil
ponselku, lalu aku mencari kontak untuk menghubungimu, setelah kutemukan segera ku menghubungimu dan segera mencarimu tatkala yang menerimanya sangat berbeda dengan suaramu, ketika suara khasmu yang lembut menyapaku, aku pun mengatakan "Aku merindukanmu" sedikit kumendengarkan suara lirihmu meskipun engkau tidak berterus terang dengan ucapan yang sama tapi aku yakin dirimu pun dilanda rasa rindu yang sama padaku.Sekarang coba kau baca bagaimana caraku merindukanmu, dan bagaimana rasa sakitku saat merindukanmu.
Saat merindukanmu, aku lebih memilih menulis namamu di kertas, lalu aku pandangi namamu lekat-lekat. Itu tidak menyembuhkan rinduku, memang. Tapi aku merasa lebih baik.
Saat aku merindukanmu, aku keluar rumah. Menghirup nafas dalam-dalam, sambil memandang langit, dan mengatakan, "Aku tau seharusnya aku tidak seperti ini. Namun jika rindu terlanjur meringsek, aku bisa apa?"
Saat aku merindukanmu, aku memilih memadukan huruf-huruf hingga membentuk namamu. Lalu aku mengejanya pelan-pelan. Itulah caraku untuk mencoba mengobati rinduku.
Saat aku merindukanmu, aku mendoakanmu. Menegaskan bahwa aku merindukanmu, berulang kali. Dan air mata yang menetes itu, tentu tidak sebanyak jumlah rinduku.
Saat aku merindukanmu, aku mengingat hal-hal yang pernah kita lakukan. Hal-hal yang tidak sengaja kau lakukan untukku, dan apapun yang kau lakukan untukku selalu penuh keikhlasan sehingga abadi di hatiku.
Ada banyak cara yang aku lakukan untuk membunuh rinduku. Namun kenyataannya, rindu-rindu yang kejam itu tidak akan pernah musnah. Rasanya ingin aku memanggilmu untuk kusuruh memindahkan rindu ini. Semuanya terpaut oleh jarak di antara kita
Namun aku gagal. Tak daya untuk
mengusir rindu itu. Karena sama artinya aku mengusirmu dari kehidupanku.
Kucoba untuk tidak merindukanmu, sekali lagi. Dan aku sungguh membenci kata mustahil.
Kau telah mengikatkan Kerinduan itu dengan Simpul Mati. Sehingga tak kuasa
diri ini terlepas darinya. Dengan kesabaran akan kunikmati hingga sosokmu kembali
nyata dihadapku IBU & AYAH *_^
Cat. Hati Sang Buah Hati


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik