-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Senin, 03 Februari 2014

Konspirasi di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain


 karbala Konspirasi di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain

Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, atau yang dikenal sebagai Husain Radhiyallahu ‘anhu, adalah cucu Rosululloh Shallalahu alaihi wa sallam, buah hati dan kecintaannya di dunia.

Ia adalah saudara Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, penghulu pemuda penduduk surga. Kedudukan tinggi tersebut tidak ia peroleh, kecuali ia lakoni dengan ujian dan cobaan, dan sungguh Husain Radhiyallahu ‘anhu telah berhasil melewati ujian tersebut secara penuh dengan kesabaran dan keteguhan (tsabat) yang sempurna hingga menemui Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Rosululloh Shallalahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya ini adalah malaikat yang belum pernah turun ke bumi sebelum ini, ia meminta izin kepada Robbnya untuk mengucapkan salam kepadaku dan menyampaikan kabar gembira bahwa Fathimah adalah penghulu kaum wanita penghuni surga dan bahwasanya Hasan serta Husain adalah penghulu para pemuda penghuni surga.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani).
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 05.41 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Sejarah, Share

Minggu, 02 Februari 2014

Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta -_-


 
“Wahai saudaraku! Jangan engkau dekati Muhammad itu. Dia orang gila. Dia pembohong. Dia tukang sihir. Jika engkau mendekatinya, engkau akan dipengaruhinya dan engkau akan menjadi seperti dia,” kata seorang pengemis buta Yahudi berulang-ulang kali di satu sudut pasar di Madinah setiap pagi sambil tangannya menadah meminta belas orang yang lalu-lalang.

Orang yang lalu-lalang di pasar itu ada yang mengulurkan sedekah kerana kasihan malah ada juga yang tidak mempedulikannya langsung.

Pada setiap pagi, kata-kata menghina Rasulullah SAW itu tidak lekang daripada mulutnya seolah-olah mengingatkan kepada orang ramai supaya jangan terpedaya dengan ajaran Rasulullah SAW. Seperti biasa juga, Rasulullah SAW ke pasar Madinah. Apabila baginda sampai, baginda terus mendapatkan pengemis buta Yahudi itu lalu menyuapkan makanan ke mulutnya dengan lembut dan bersopan tanpa berkata apa-apa.
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 22.35 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Akhlak Mulia, Uswatunaa

Kamis, 30 Januari 2014

Mulianya Seorang Wanita


Bismillahirrohmanirrohim...

Yaa Rabbi..Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum..Aamiin ya Rabbal'alamin.

Wanita adalah makluh Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah dimuliakan kedudukannya. Dalam pandangan Islam, wanita tak sembarangan bisa diperlakukan. Dimasa kini, wanita yang telah dimuliakan drajatnya pun telah salah langkah. Banyak para remaja terlupakan bagaimana Allah telah memuliakan wanita.
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 09.27 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Muslimah, Share

Rabu, 29 Januari 2014

Tes Edit Logo *_^


Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 09.07 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 26 Januari 2014

Kiat agar Anak Cinta Al-Quran pada Usia Dua Tahun

Pada usia ini, sangat tidak mungkin keberadaan pengajaran Al-Quran atau pun menghafalkannya menjadi sempurna. Namun, dimulainya metode-metode pendidikan yang paling utama dalam upaya menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Quran sesudah tahun kedua, yakni berdasarkan keteladanan. Aktivitas keteladanan pada fase ini merupakan bagian penting dan inti dalam mengarahkan perilaku anak.

Karena itu, semenjak tahun kedua, jika anak kecil merasakan kecintaan kedua orang tuanya terhadap Al-Quran dari celah-celah perilaku keduanya, maka perasaan ini akan berpindah kepada dirinya secara otomatis, tanpa harus ada usaha keras dari keduanya.

Jika ia mendengar lantunan Al-Quran di rumahnya atau ia terbiasa melihat orang tuanya membaca Al-Quran, ini semua akan melahirkan perasaan senang terhadap Al-Quran pada dirinya.

Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 22.23 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Aulad, Tarbiyah

Belum Siap, di Ruang Penantian :'(

"Kematian bagi Umat IsLam, bukan sekedar putusnya kenikmatan dan terpisahnya kita dengan orang-orang terkasih. jika hanya sekedar itu, maka kematian tak akan terlalu menakutkan"

"Namun, karena mengimani kepedihan yang tak terbayangkan di akhirat kelak akan memaksa kita untuk mengingat kematian sesering mungkin"

"Kematian boleh jadi mendatangi kita hanya berselang beberapa menit kedepan. siapa yang tau ketetapan Allah akan jadwal setiap hamba. Kapan ???"

"Bagi setiap teman, siapa pun dan dimana pun keberadaannya. Sahl mohon maaf atas segala khilaf yang pernah terurai dariku, dalam keadaan sadar ataupun tidak" atau pernah mengambil hakmu walau hanya sesuatu yang kecil tanpa izin


"Sebab ada ketakutan, bisa jadi d di dunia dianggap sepele tapi justru memberatkanku di akhirat kelak" :'(


Oeh:  Sahlah Al Ghumaishaa
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 10.44 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bis_QaL, Khauf

Kerinduan SimpuL Mati...

Caraku Merindukanmu.....
Aku merindukanmu lagi. Dan seperti rindu-rindu sebelumnya, tak ada satupun yang sanggup kubawa ke tempatmu. Kau mengendalikan fikiranku lagi. Dan aku adalah orang yang terkadang bahagia menikmatinya, meski sering kali tersiksa.

Dan aku memilih mengemas rinduku dengan caraku sendiri.
Sekarang coba kau baca bagaimana caraku merindukanmu, dan bagaimana rasa sakitku saat merindukanmu.

Saat merindukanmu, aku lebih memilih menulis namamu di kertas, lalu aku pandangi namamu lekat-lekat. Itu tidak menyembuhkan rinduku, memang. Tapi aku merasa lebih baik.
Read More »
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 10.29 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Bis_QaL, Rindu
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2015 (1)
    • ▼  Jan (1)
      • Secercah Kisah Bersamanya...
  • ►  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ►  2013 (16)
    • ►  Des (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.