-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Sabtu, 07 Desember 2013

High Demand...

Naik Daun Eui  !!!

Setiap pemerintah di dalam suatu negeri mengharapkan agar warganya menjadi warga yang baik. Maka sebagai nalar bisa disimpulkan bahwa usaha yang telah dilakukan pada Pekan Kondom Nasional (PKN) yang digalang Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) dan DKT (perusahaan penyedia produk kondom) ini adalah untuk mencapai tujuan agar masyarakat bisa menjadi produktif, tanpa infeksi HIV dan penyakit menular seksual. Sehingga kondom pun menjadi alat utama untuk mencapai hal tersebut. Alih-alih agar mampu mencegah penularan virus mematikan yang semakin meningkat.
Jadi teringat pada tahun 2006, ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMA, pernah membaca sebuah berita tentang kondom, ketika itu keberadaannya belum gratis tapi sudah di fasilitasi untuk mendapatkannya dengan mudah yaitu melalui ATM kondom cukup dengan memasukkan uang senilai Rp 500 maka akan mendapat 2 kondom. Namun sekarang telah menjadi ajang bagi-bagi gratis kepada masyarakat yang tidak memandang status entah sudah berumah tangga atau masih lajang semua mendapat bagian. 

Pekan ini, kondom menjadi pemeran utama diberbagai media, padahal seingat saya sebelumnya kondom ini menjadi hal yang tabu untuk diperkenalkan secara publik atau menjadi objek perbincangan apalagi bagi kalangan yang belum menikah. Pembagian kondom gratis menimbulkan pro dan kontra di setiap kalangan.
“Kalaupun dalam Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013 ada bagi-bagi kondom gratis itu ada aturannya tidak asal dibagikan juga," kata Kemal saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (3/12/2013) Aturan pembagian kondom gratis menurut Kemal yaitu:
1. Diberikan hanya kepada orang yang berisiko seperti penderita IMS dan HIV/AIDS saja
2. Melihat umur, hanya diberikan kepada yang sudah dewasa bukan di bawah umur
3. Sudah terbukti sebagai orang yang kegiatan seksualnya aktif, ditandai dengan surat bertanda tangan dari si penderita
4. Harus ada surat izinnya kalau memang diberikan di kampus
"Ya tidak asal, ngapain juga dikasih ke orang yang memang tidak butuh. Kondom itu dipakai untuk mencegah penularan IMS dan HIV/AIDS kalau pasangan suami istri yang sah dan tidak berisiko ya buat apa. Dan kalau mahasiswa yang tidak butuh ya buat apa juga," kata Kemal menjelaskan. [1]sedangkan di kampus UGM Yogyakarta sendiri terdapat mahasiswi yang mengeluhkan pembagian kondom gratis tersebut,[2]dan tidak ada izin dari pihak kampus.[3]disini terlihat  bahwa teori dari PKN tidak sesuai dengan aksi maka menimbulkan banyak reaksi dari berbagai pihak. Semestinya yang menjadi salah satu syarat juga ketika membagikan kondom yaitu dengan melihat surat nikah yang menjadi objek, agar tidak salah ngasi pada yang belum nikah. Meskipun pembagian kondom dilakukan setiap saat maka tidak akan memiliki pengaruh yang optimal jika moral masih terkalahkan oleh nafsu,. Sebab Apabila kembali kepada pelaku seks maka mereka akan tetap punya pilihan sendiri meskipun telah mendapatkan kondom gratis, sebab KPKN sendiri tidak melakukan kontrol selama 24 jam.
 “logika kondom menkes Nafsiah Mboy "Lebih baik zina tanpa HIV/AIDS daripada zina dengan HIV/AIDS". Walhasil, Dipintu kampus-kampus. Di bunderan HI, di jalan-jalan; "Mas ini kondom gratis, pake sama pasangannya ya?". Promosi awal desember agar meledak penjualan kondom di Malam Tahun Baru. Sebuah tekanan budaya guna membentuk pasar dengan high demand” (Bachtiar Nasir)


[1]http://health.liputan6.com/read/762893/bagi-bagi-kondom-gratis-tapi-ada-syaratnya,  diakses tgl 06-12-2013, 11.10
[2]http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/03/7602/mahasiswi-ugm-keluhkan-pembagian-kondom-gratis-depan-kampus.html, diakses 06-12-2013, 11.30

[3]http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/03/7598/beredar-pesan-penolakan-staf-terhadap-agenda-bagi-bagi-kondom-kemenkes.html, diakses 06-12-2013, 11.49

Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 11.39
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Opini, Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ▼  2013 (16)
    • ▼  Des (9)
      • Kekaguman ini takkan padam…
      • Ibu...
      • Waktu
      • SMS Hikmah
      • Bumbu Cinta Masakan Ibu Selalu Terbayang…!!!
      • Nasehat Anak Umar bin Abdul Aziz.
      • Urwah bin Zubair
      • High Demand...
      • PKN (Pekan Kondom Nasional)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.