-->

Merajut Kata...


  • Home
  • About Me
  • Share
  • Bis_QaL
  • Uswatunaa
  • Tarbiyah
  • Hidayatullah
  • Lir ILir

Minggu, 22 Desember 2013

Kekaguman ini takkan padam…


Merangkai puzzle-puzzle kehidupan akan menemukan berbagai literature-literature yang berbagai macam dalam tiap ukiran yang kan terlukiskan, unik, bahagia, sedih dan rasa yang lainnya kan menyatu menjadi satu. Namun, semuanya kan menjadi indah jika hal yang buruk mampu tertutupi dengan aksesoris-aksesoris kebaikan. 
Satu langkah yang tidak pernah terpikirkan untuk dituangkan dalam salah satu bagian lukisan ranah kehidupan. Ya semuanya terjadi di luar dugaan Allah menginginkan ada suatu hal yang mesti diukir dalam media lukis hidupku. 
Kini aku pun berpijak di salah satu belahan buminya yang di kehendaki_Nya, di salah satu pulau terbesar di Indonesia yaitu pulau Jawa tepatnya di kota Solo. Salah satu serpihan kehidupanku ternyata ada di tempat ini setelah menemukan serpihan lain di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Pulau Borneo.

Berada di tempat yang asing, satu hal yang selalu menarik perhatian bagiku dimana pun dan kapan pun jika sosok itu terpancar oleh retina mataku. Sosok yang telah membuatku kagum sehingga menjadi episode khusus tuk selalu ku ikuti. Tapi ini tak aneh buatku dikala menurutku mayaoritas insan di sekitarku selalu meluangkan waktunya tuk menjajaki kehidupan yang di anggap sang Idola bagi mereka, memiliki kesenangan tersendiri tatkala menatap langsung sang pujaan entah dia cantik, cakep, berpakain rapi, wanginya yang memukau pokoknya yang super duperlah menurut mereka.

Aku memiliki kebiasaan tersendiri untuk hal yang seperti itu, yang sangat berbanding terbalik dari tampang dan penampilan. Aku selalu mengalihkan pandanganku pada sosok wajah yang tidak tampak mulus lagi tapi jutru pada wajah yang guratan keriputnya sangat kenceng, postur tubuh yang mulai membungkuk, raga yang sudah tidak mengenal aroma parfum (mungkin selalu diplesetkan, maaf ! klo dirinya sudah bau tanah). Dialah sosok yang sudah berstatus Kakek** atau nenek**.

Sosok yang telah menjadi objek dan tidak pernah bosan di tatap oleh bola mata ini, ku dapatkan pelajaran dan hikmah bagaimana menjalani hidup ini. Mereka selalu tampak bekerja keras dalam menjalani kehidupannya, dalam keadaan bungkuk mengangkut sekarung rumput di atas pundaknya, ada yang membawa serentetan jualan di atas kepalanya di kedua tangannya dan yang lainnya di gendong di belakangnya. Ada yang dengan diiringi tongkat penyangga masih memiliki semangat berjalan jauh untuk menjajakan jualannya.  

 Sosok yang lain yang telah terekam yaitu ketika berangkat ke kampus dengan mengendarai bis Atmo bertepatan di suatu rel kereta api Nampak sosok yang sangat tua dengan jalan yang terseok-seok menjajakan makanan yang di tawarkan kepada pengendara yang berheti ketika lampu merah, mataku pun memperhatikannya hingga mengarah ke bagian bawah kakinya, masya Allah ternyata di bawah sengatan sinar matahari yang sangat membakar dia tidak menggunakan alas kaki.   

Hati ini sangat iba namun maafkan aku yang belum bisa melakukan sesuatu hal untuk kalian hanya perasaan ini yang selalu terbawa akan lentera kehidupanmu. Hanya satu pertanyaan: kenapa mereka seperti itu kemana anak mereka seharusnya mereka sudah pensiun dari pekerjaan** yang seperti itu ? jawabannya hanya dibarengi dengan hudznushan. “Mungkin dia hidup sendiri”

Meskipun status usia tua telah di sandangnya namun semangat kerjanya tidak selemah usianya. Mereka sosok pekerja keras selagi masih bisa untuk melakukannya. Kekaguman ini tak akan pernah padam pada kalian salah satu puzzle kehidupanku terpancarkan pelajaran yang sangat berharga dari sosokmu.

suara lirih membisik di telinga “Aku merindukan sosok ‘Amirul Mukminin ‘Umar bin Khattab, pemimpin yang selalu mendahulukan kesejahteraan rakyatnya. Kemewahan tidak tampak dari fisiknya namun keistimewaannya memancar dari dalam hatinya. Where you, sosok yang berjiwa ‘Umar bin Khaththab ??? kami merindukanmu….. (sosok ‘Umar yang dirindukan apatah lagi sosoK Rasulullah saw Sangat di rindukan tentunya) !!!
Cerita selanjutnya ketika mengikuti mata kuliah Fiqh Dakwah bersama Pak Drajat. Setelah bercerita panjang lebar yang berkaitan dengan materi kuliah. Tiba2 saja aku ditunjuk dan ditanya,”Asal/suku njenengan apa ?,
aku Jawab “Bugis” 

beliau pun melanjutkan pertanyaannya, “Selama di Solo, apa yang nampak berbeda yg njenengan temukan dg di tempat njenengan ?”
dg reflex aku pun menjawab “perbedaannya selama di Solo saya selalu melihat nenek/kakek yg masih bekerja entah jualan, bekerja di sawah dll. Yg menurut saya mereka itu tidak seharusnya berada di tempat tersebut, klo di tempat saya nenek/kakek biasanya hanya tinggal di rumah saja dan tidak bekerja lagi sebab sudah menjadi tanggung jawab anak-anaknya”(jawaban yg sesuai referensi yg sudah menari-nari dan bergelantungan di kepala, karena sebelum ditanya kakek**/nenek** telah mejadi objek yg selalu mengalihkan perhatiannku padanya tatkala mata ini menangkap sosoknya di mana saja kutemukan.
(Aku menjawab dengan polosnya)

Sontak Pak Drajat langsung menimpali,”kalau begitu masa depan saya SURAM dong”
Serentak temen2 dikelas pada ketawa,”hahaha” dan ada yg nyeletuk “klo begitu, setelah tua jadi orang Bugis aja biar hidupnya terjamin !”
(entahlah !!! bisa jadi di tempat saya secara umum, masih ada kakek/nenek juga yg bernasib sama dengan apa yang saya lihat di tanah rantau.Namun, inilah salah satu bentuk kekaguman ana dengan orang2 Jawa yg penuh dengan Kerja Keras hingga hari tuanya sekalipun :)
Diposting oleh Sahlah al_Ghumaishaa' di 08.22
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: About Me, Kagum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2014 (29)
    • ►  Des (1)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Apr (6)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Feb (6)
    • ►  Jan (12)
  • ▼  2013 (16)
    • ▼  Des (9)
      • Kekaguman ini takkan padam…
      • Ibu...
      • Waktu
      • SMS Hikmah
      • Bumbu Cinta Masakan Ibu Selalu Terbayang…!!!
      • Nasehat Anak Umar bin Abdul Aziz.
      • Urwah bin Zubair
      • High Demand...
      • PKN (Pekan Kondom Nasional)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Okt (2)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Okt (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  Mar (2)

Members

IQRO'...

  • About alGhumaishaa
  • Tanah Ogi Wanuakku...
  • Sulawesi Pa'rasanganta'
  • Pada'idi Pada'elo... Sipatuo Sipatokkong...
  • Menggurat Sejarah Tanah Air
  • Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)
  • Kajian Feminisme
  • Islamic Thought and Civilization
  • Situs Hidayatullah
  • Miniatur Kampus Peradaban Hidayatullah
Sahlah al_Ghumaishaa'
Lihat profil lengkapku

Label

About Me Bis_QaL Cat. Ustadz Hidayatullah Khauf Lir ILir Merangkai Kata Mengikuti Kata Hati Opini Rindu Share Tarbiyah Uswatunaa

Laman

  • Home
  • Review Buku Broken Crucifix
  • Take Home...
  • Dakwah Pengembangan Masyarakat
  • Uraian Ujian Tengah Semester
  • Pergulatan Filosofis Ibn Sina, Imam al-Ghazali dan Ibn Rusyd



Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.