Dari rahim ibu lahir manusia yang berbilang puluhan milyar hingga kini. Dari
rahim ibu lahir yang saleh dan kafir. Dari rahim ibu juga lahir para penegak
keadilan dan para koruptor. Hari ini kita diingatkan hakekat seorang ibu. Ibu yang dibedakan dari wanita dan perempuan. Ibu karena dia mengandung dan melahirkan. Juga karena ibu membesarkan dan mendidik anak-anaknya.
Adakah kebahagiaan yang paling hebat menjadi seorang " perempuan"?
Maka jawabnya:" Momen Menjadi Ibu".
Menjadi ibu adalah momen paling hebat. Diawali dengan masa kehamilan yang mengubah semua siklus hormonal dalam diri seorang perempuan. Lalu dia harus berhadapan dengan " perjudian antara: hidup dan mati". Kadang harus memilih nyawanya atau nyawa dirinya.
Bagi orang-orang Amerika keturunan Afrika ada ungkapan:" Melahirkan anak dengan cara-cara natural itu adalah bukti dia seorang ibu sejati. Butuh keberanian dan ketabahan". Walt Witman pernah berkisah tentang ibunya. Walt Witman adalah seorang penyair dan sastrawan hebat Amerika yang masyhur dengan karyanya' 7 Grass Leaf.
Meski bahwa kemudian di Indonesia kini orang mulai bersemangat dengan Cesar, tapi rupanya banyak perempuan yang mulai miris dan kecut. Pasal, Cesar juga penuh dengan resiko yang sangat hebat. Kasus Cesar yang berujung maut di Manado, Sulawesi dan berakhir dengan Kasus Pidana dr. Ayu dan dr Hendri yang berujung Demo Dokter itu.
Tapi di hari Ibu ini saya menjadi teringat sebuah gerakan para ibu. Gerakan yang dipelopori para ibu yang muncul di Argentina menjadi jejak sejarah arti dan hakekt ' ibu'.
Ibu bukanlah mahluk lemah juga. Ibu bisa melawan dan merontokkan yang kejam dan tiran. Penguasa Argentina yang tiran pun dibuat kacau balau oleh gerakan yang dipelopori kaum ibu.
Dikisahkan: " Adalah di la Plaza de Mayo adalah sebuah gerakan sosial wanita di Argentina yang mulai beroperasi sejak 30 April 1977. Pada saat itu, empat belas ibu-ibu paruh baya berkumpul di Plaza de Mayo, alun-alun di depan Casa Rosada. Casa Rosada sendiri merupakan istana kepresidenan Argentina. Para ibu paruh baya tersebut menuntut akan hilangnya anak-anak mereka kepada pemerintah".
Ibu itu lemah? Kita mungkin pernah juga membaca kisah seorang ibu yang diperjudikan. Kisah ibu Drupadi yang tragis yang juga isteri Pandawa: dia diperjudikan oleh Yudistra di sebuah bale irung yang gaduh dan dipenuhi aroma arak. Juga mata laki-laki yang dikobar syahwat. Sebuah kisah klasik ibu yang tragis dari jejak kelam seorang ibu. Seorang Ibu yang diperjudikan layaknya seorang" Pelacur". Kita juga menyaksikan filem" Indecent Proposal" yang juga mengisahkan kisah yang nyaris sama. Kadang ibu yang mulia dan agung itu diperjudikan. Dilacurkan. Dan dinistakan.
Ibu tidak menjadi agung dan mulia dengan Gerakan Emansipasi Wanita. Bahkan, ibu bisa malah alih-alih dinistakan gerakan yang dipasarkan Barat. Nabi Muhammad saw, pernah berkali-kali mengingatkan betapa tinggi derajat dan kedudukan seorang ibu.
Syahdan suatu kali seorang sahabat bertanya: siapakah orang yang harus dimuliakan? Jawabnya: ibu, ibu dan ibu. Nabi menjawab 3 kali. Pada kesempatan lain Nabi bersabda:"
Surga di bawah telapak kaki ibu". Dan di tempat
lain juga dikisahkan: ada seorang pemuda yang hendak ikut berjihad. Dia ingin
ikut berperang demi Surga. Tapi kemudian Nabi menyela:" Apakah kamu punya
ibu?" Pemuda itu mengangguk lalu diapun membatalkan.
Akhirnya kita semua tentu harus bisa kembali membangun kesadaran akan hakekat dan makna ibu. Kita bisa membayangkan perjuangannya yang begitu hebat. Juga kasih dan sayangnya yang tiada batas itu.
Kita semua yakin kalau masakan ibu adalah yang paling hebat dan lezat.
Kenapa?
Karena berlimpahan cinta dan kasih yang tiada batas itu...
REPUBLIKA.CO.ID, (22 Desember 2012 -> asal usul Hari
Ibu) (Peringatan Hari Ibu di Indonesia diawali dari berkumpulnya para pejuang
perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan
Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.
Penetapan Hari Ibu juga diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia.)
Sejarah Hari Ayah Gimana YA ? Hari Ayah biasa dirayakan pada minggu ketiga di bulan Juni dan ditetapkan sebagai hari libur di beberapa negara. Hari Ayah pertama kali dirayakan pada 102 tahun yang lalu. Asal mula perayaan Hari Ayah terilhami kisah Smart Dood, seorang anak perempuan warga Spokane, Washington, Amerika Serikat, setelah mendengarkan khotbah pada Hari Ibu pada tahun 1909. Smart Dodd merupakan salah satu dari enam anak yang dibesarkan oleh ayahnya seorang diri karena ibunya telah meninggal dunia.
Untuk menghormati jerih payah dan perjuangan ayahnya maka Smart Dood memiliki gagasan dan mendorong gereja-gereja lokal untuk memperingati Hari Ayah. Di Amerika Serikat, pada tahun 1972 semasa Presiden Richard Nixon, Hari Ayah resmi dijadikan hari libur. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/mengungkap-sejarah-di-balik-fenomena-hari-ayah)
setelah di cek hari ayah di Indonesia jatuh pd tanggal 12 November namun tetap tidak sepopuler hari ibu. (12 november = hari Ayah, 22 Desember = hari Ibu ! knapa ga sekalian disamakan aja ya, biar menjadi hari Orang Tua & tidak ada istilah menunggu hari masing2 ayah/ibu) ungkapkan cinta, kasih sayang dan terima kasih kita pd orang tua setiap saat, tanpa menunggu hari ditetapkannya buat mereka
For Me *_^ Harry Ibu & Ayah Every Time ^_*
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.
Penetapan Hari Ibu juga diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia.)
Sejarah Hari Ayah Gimana YA ? Hari Ayah biasa dirayakan pada minggu ketiga di bulan Juni dan ditetapkan sebagai hari libur di beberapa negara. Hari Ayah pertama kali dirayakan pada 102 tahun yang lalu. Asal mula perayaan Hari Ayah terilhami kisah Smart Dood, seorang anak perempuan warga Spokane, Washington, Amerika Serikat, setelah mendengarkan khotbah pada Hari Ibu pada tahun 1909. Smart Dodd merupakan salah satu dari enam anak yang dibesarkan oleh ayahnya seorang diri karena ibunya telah meninggal dunia.
Untuk menghormati jerih payah dan perjuangan ayahnya maka Smart Dood memiliki gagasan dan mendorong gereja-gereja lokal untuk memperingati Hari Ayah. Di Amerika Serikat, pada tahun 1972 semasa Presiden Richard Nixon, Hari Ayah resmi dijadikan hari libur. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/mengungkap-sejarah-di-balik-fenomena-hari-ayah)
setelah di cek hari ayah di Indonesia jatuh pd tanggal 12 November namun tetap tidak sepopuler hari ibu. (12 november = hari Ayah, 22 Desember = hari Ibu ! knapa ga sekalian disamakan aja ya, biar menjadi hari Orang Tua & tidak ada istilah menunggu hari masing2 ayah/ibu) ungkapkan cinta, kasih sayang dan terima kasih kita pd orang tua setiap saat, tanpa menunggu hari ditetapkannya buat mereka
For Me *_^ Harry Ibu & Ayah Every Time ^_*
Oleh: Sahlah Al
Ghumaishaa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Baik Memberikan Pengaruh Yang Baik